Sabtu, 08 Juni 2013

Mudik 2012 (Part 2)

Mudik 2012 (Part 2)

Hari pertama Idul Fitri (di rumah keluarga dari Ibu) kami manfaatkan untuk moment bermaaf-maafan kepada keluarga, saudara dan juga tetangga sekitar. Tetapi sudah dua tahun ini kami merayakan lebaran tanpa kehadiran kakek dan nenek baik dari keluarga ibu ataupun bapak saya. Biasanya setelah bersilaturahmi dengan tetangga, saudara-saudara dari Ibu berkumpul di rumah kakek. Saat lebaran ini lah memang waktunya berkumpul dengan keluarga besar.
Hari kedua, kami berkunjung ke kediaman orang tua dari Bapak. Tidak jauh berbeda dengan hari pertama, hari kedua juga dimanfaatkan untuk bersilaturahmi dengan saudara serta tetangga sekitar. Menjelang siang hari, Bude (kakak dari Bapak) mengajak ponakan-ponakannya untuk berwisata ke Candi Borobudur. Saat itu juga kami langsung berangkat ke tempat tujuan. Sayangnya, tempat parkir yang disediakan oleh Candi Borobudur telah penuh dan petugas parkir (musiman) menyarankan untuk parkir di dekat pemukiman warga.
Kami berjalan setapak demi setapak meninggalkan tempat parkir menuju candi. Namun ternyata jarak dari tempat kami parkir ke  candi itu masih jauh. Rasa lelah pun menghinggapi sehingga orang tua saya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan naik delman. Sesampainya disana, suasana candi sudah ramai sehingga untuk naik ke atas candi harus mengantri dengan pengunjung lain. Kami memutuskan untuk berhenti hingga di tingkat dua saja. Dari atas candi, saya melihat pemandangan sekitar yang masih asri dan tak lupa mengabadikan moment tersebut dengan berfoto bersama. Tidak terasa matahari mulai terbenam dan saatnya kami untuk pulang ke rumah.

Jumat, 07 Juni 2013

PSN 30 Menit



PSN 30 Menit

Pembasmi Sarang Nyamuk (PSN) adalah program pemerintah DKI Jakarta yang diadakan secara rutin dan serempak pada hari Jumat selama 30 menit pukul 09:00 – 09:30 WIB dengan 3M Plus (Menguras, Menutup dan Mengubur serta Menghindari gigitan nyamuk). Program ini merupakan program yang dicanangkan oleh Bapak Fauzi Bowo saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dan masih tetap berjalan sampai saat ini.
Menurut Ibu Haryani salah satu petugas jumantik (juru pembasmi jentik) di lingkungan tempat tinggal saya (Rt 005 Rw 007) selain dengan 3M, teknik pembasmi sarang nyamuk dapat dilakukan dengan berbagai cara. Secara biologis dapat dilakukan dengan menggunakan ikan di tempat penampungan air. Cara kedua yaitu dengan menggunakan bahan kimia seperti abate dan voging. Terakhir dengan menanam tanaman lavender di sekitar rumah. Namun dari keempat cara tersebut yang kurang efektif adalah membasmi dengan cara voging. Voging hanya membunuh nyamuk dan tidak membunuh jentik yang merupakan sumber dari terbentuknya nyamuk Aedes Aegypti. Program ini tidak akan optimal jika tanpa dukungan dari warga. Warga diharapkan memiliki kesadaran dan inisiatif sendiri untuk ikut serta aktif dalam melakukan program 3M di tempat tinggalnya masing-masing.

Mudik 2012

Mudik 2012

Perjalanan mudik lebaran tahun lalu adalah perjalanan yang tak terlupakan. Sebab, itu adalah pengalaman pertama yang saya dan keluarga saya alami. Untuk perjalanan Jakarta-Purworejo yang biasa bisa ditempuh dengan waktu kurang lebih 12jam, Kali ini memakan watu hingga dua hari tiga malam. Kami sekeluarga berangkat kamis malam dan tiba di tempat tujuan hari minggu pukul 05:00. Untungnya kami masih bisa mengikuti shalat Idul Fitri yang jatuh pada hari minggu itu.
Perjalanan yang sangat melelahkan dan juga cukup membosankan. Memang telah diperkirakan sebelumnya bahwa arus mudik saat itu jumlah volume kendaraan semakin bertambah. Kemacetan paling parah terjadi di Cikampek. Kendaraan saat itu memang sama sekali susah bergerak. Menangani hal itu, polisi setempat menyarankan untuk memutar arah sehingga jarak tempuh perjalanan semakin panjang dan untuk keluar dari Cikampek membutukan waktu kurang lebih 36 jam. Namun kelelahan itu terbayarkan saat bertemu dan berkumpul dengan saudara-saudara di kampung halaman.  Harapan saya saat itu, semoga perjalanan arus balik nanti bisa lancar dan tidak separah seperti arus mudik.

Brownies Perdana


Brownies Perdana
 
Hari minggu adalah hari yang paling cocok untuk berkumpul dengan keluarga setelah 6 hari beraktifitas. Sambil bersantai-santai di ruang keluarga, iseng-iseng saya  browsing di internet tentang cara membuat kue brownies dan ternyata tidak begitu sulit membuatnya, bahan-bahannya pun mudah didapat. Dengan semangat yang masih mengebu-gebu, saya langsung pergi ke pasar untuk membeli bahan-bahan yang diperlukan.
Setelah semua bahan sudah lengkap, langsung saja saya mempraktekkannya. Hal pertama yang dilakukan yaitu mengukur takaran bahannya agar lebih mudah dalam mengolah adonannya. Kemudian olah bahannya sesuai dengan cara pembuatannya. Setelah adonan telah siap, lalu tuang adonan kedalam loyang dan taburi chocochips di atasnya dan terakhir panggang adonan di dalam oven dengan temperature 170 derajat Celcius selama 45 menit.
Tik tok tik tok . . .
Setelah 45 menit, taaraaa . . . “Brownies pertamaku” telah siap untuk disantap :)




POSYANDU

POSYANDU

Di lingkungan RW tempat saya tinggal diadakan program Pusat Layanan Terpadu (POSYANDU). Posyandu ini terbagi menjadi dua macam yaitu posyandu untuk balita dan posyandu untuk lansia. Kegiatan posyandu ini diselenggarakan satu bulan sekali tetapi dalam waktu yang berbeda. Posyandu untuk balita berlokasi di RT 009 RW 07. Pelayanan yang diberikan yaitu mengukur perkembangan pertumbuhan anak, pemberian vitamin, suntik serta mendapatkan bingkisan dapat berupa susu, biscuit dan sebagainya. Sedangkan untuk lansia berlokasi di RT 006 RW 07. Pelayanan untuk lansia berupa pemeriksaan tekanan darah, kolestrol, gula darah dan lain-lain.
Namun program yang dicanangkan oleh pemerintah DKI Jakarta untuk warganya kurang optimal. Warga DKI khususnya lingkungan RW 07 masih belum memanfaatkan betul program pemerintah tersebut. Padahal program ini diberikan kepada warganya secara gratis. Warga yang datang masih terbilang belum memenuhi target. Melihat masalah tersebut seharusnya petugas posyandu lebih mensosialisasikan lagi kepada warganya bahkan lebih baik jika diinformasikan dari pintu ke pintu. Selain itu, warganya juga harus mempunyai kesadaran sendiri akan pentingnya kesehatan mereka.

Industri Kecil Rumah Tangga



Industri Kecil Rumah Tangga

Akram Media adalah sebuah industri kecil rumah tangga yang terletak di lingkungan tempat tinggal saya.  Sebuah percetakan buku yang pekerjanya lebih dominan dengan ibu-ibu rumah tangga. Produksinya mulai dari mencetak lembar demi lembar halaman sampai proses terakhir menjadi buku. Selain memproduksi sendiri,  Akram Media juga mendapatkan orderan dari percetakan lain yang hanya berupa tumpukan lembaran (sudah berupa cetakan) untuk di proses menjadi buku di sana.
Kegiatan ini sangat dimanfaatkan oleh ibu-ibu yang notabennya memang hanya ibu rumah tangga saja. “Alhamdulillah, walaupun tidak tentu  tetapi lumayan untuk mengisi waktu senggang”, ujar Ibu Cici. Selain itu dengan adanya percetakan Akram Media diharapkan dapat membantu perekonomian warga sekitar. Sampai saat ini pegawai Akram Media kurang lebih 25 orang.
Menurut Bapak Sugiono (pemilik usaha tersebut), lahan adalah salah satu kendala saat orderan sedang banyak. “Saya hanya memanfaatkan teras kecil di depan rumah dan juga satu buah kontrakkan sebagai gudang”, ujar Bapak Sugiono. Jika sudah tidak bisa tertampung, biasanya barang di titipkan di beberapa rumah pegawainya.